Google Chrome Browser Masa Depan

Review Google Chrome. Sekali lagi google mengeluarkan product untuk bersaing di area penting di Internet. Setelah sebelumnya mengeluarkan GMail, Google Talk, Google Earth dll, maka sekarang Google mengeluarkan product browser Google Chrome yang menurut claim mereka lebih cepat, aman dan mudah digunakan.

Saya pun mencoba untuk mendownload browser Google Chrome dan menginstall di laptop saya. File untuk Installasi awal sekitar 500kB, namun setelah itu program ini akan mendownload Google Chrome dari server. Cukup besar juga sekitar 10MB. 

Setelah selesai maka ada perintah untuk mengimport setting di Firefox. Saya pilih import setting Firefox. Kemudian seperti nama browser ini yaitu Chrome, tampilan didominasi kesan futuristik dan sangat soft di mata. Toolbar yang tersedia juga tidak banyak, namun saya pikir sudah lebih dari cukup.

Ada tombol Bookmark berupa bintang disebelah URL cukup memudahkan kita untuk membookmark suatu halaman. Kemudian browser Google Chrome juga mendukung tabing, hal ini menurut saya harus dimiliki oleh setiap browser demi kenyamanan penggunanya.

Menurut saya tampilan Google Chrome tidak jauh beda dengan IE7. Apalagi motto mereka One box for everything benar-benar nampak dalam tampilan mereka. Tidak ada banyak tampilan tool yang mengganggu layar.

Kesan saya setelah menggunakan browser ini adalah browser ini cukup nyaman digunakan. Selain itu tampilan lebih smooth atau cepat. Mudah digunakan saya pikir benar adanya, karena tidak banyak tool yang membingungkan. Sedangkan untuk keamanan saya belum bisa cek karena butuh waktu untuk mencoba.

Berikut adalah tampilan dari browser ini. Silahkan download Google Chrome jika Anda tertarik mencobanya.


Artikel terkait
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...
Filed under: Internet, Teknologi Maya, ,

6 Responses

  1. Mario Cahyadi Says:

    Tambahan, setelah browsing-browsing maka ketika Anda menekan new tab akan muncul thumbnail situs yang sering dikunjungi. ada juga fasilitas search history dan daftar bookmark Anda.

    Namun hati-hati kalo Anda sering buka-buka situs xxx, bakalan ketahuan tuh. hehe

    Posted on September 3rd, 2008 at 8:54 pm

  2. jagatmaya Says:

    Betul banget kayanya browser ini cukup simpel dan fungsional, saerch box nya aja disatukan dengan address barnya, simpel banget kan :D

    Posted on September 3rd, 2008 at 10:47 pm

  3. ipanks Says:

    tampilan nya bagus om cuma proses install nya harus download langsung via internet

    Posted on September 4th, 2008 at 2:52 pm

  4. Lex dePraxis Says:

    Saya agak telat satu hari memakai browser teranyar yang sedang menarik perhatian dunia ini. Dirilis tanggal 2 September kemarin, saya baru mengunduh dan meng-install-nya sehari setelah itu. Cukup menarik sekali untuk melihat software yang masih versi beta ini sudah mampu mendukung berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia, walaupun masih terasa aneh dan konyol (bayangkan saja, ada sesuatu yang diberi nama ‘Di bawah terpal’ !!!).

    Sepintas pada visual, ini adalah browser dengan tampilan yang sangat minimalis dan menawan. Saya nyaris tidak bisa melihat tombol atau gambar apapun yang terserak di interface / antarmuka-nya yang berwarna biru langit tersebut. Sepertinya Google benar-benar serius dengan komitmen mereka untuk memberikan keunggulan dalam kecepatan dan ketepatgunaan. Saya sedikit perlu penyesuaian ketika melihat tampilan tab yang agak nyeleneh dibanding dengan browser lainnya, tapi dalam lima belas menit saya sudah jatuh cinta dengan tampilan Google Chrome.

    Sayangnya keunggulan penampilan tersebut masih belum dibarengi dengan kelengkapan fungsi yang memadai. Misalnya saja pada engine blog wordpress saya, http://hitmansystem.com/blog , tidak bisa menampilkan visual rich-text editor. Yang dimunculkan adalah box teks yang perlu di-edit secara html manual atau copy-paste dari dreamweaver atau software sejenisnya.

    Saya pikir, Chrome sangat memerlukan kekuatan komunitasnya untuk menciptakan plugins yang membuat para peselancar dunia maya menjadi kasmaran berat dengannya. Seharusnya tidak perlu waktu lama untuk mereka mulai mengembangkan plugins itu atau istilah mereka ‘gears’ tersebut, tapi saya juga tidak terlalu yakin Chrome akan mengantisipasi banyak gears karena tujuan utama mereka adalah keringanan dan kecepatan.

    Selama ini saya adalah pengguna browser Maxthon yang menurut saya pribadi sangat memuaskan dari segi keringanan, kecepatan, dan keluasan fungsi. Bergantian dengannya, saya juga masih memakai Firefox untuk keperluan mengakses situs yang kaya akan AJAX dan fungsi-fungsi skrip dinamis lainnya (seperti Facebook, Google Reader, atau Meebo) karena di Maxthon hal tersebut masih kurang terakomodasi dengan baik selain perlu loading yang lama. Kehadiran Chrome sepertinya yang serba cekatan menangani skrip sepertinya merupakan penyatuan yang sempurna dari Maxthon dan Firefox. Terbukti saya yang sekarang sudah uninstall Firefox, tertinggal Chrome sebagai default browser yang disusul oleh Maxthon sebagai alternatif yang sampai sekarang masih sulit saya tinggalkan. Perlu waktu yang lama bagi saya dahulu untuk memutuskan pindah dari Firefox ke Maxthon. Ketika saya melihat Chrome, hanya perlu waktu beberapa jam saja.

    Sekalipun demikian, Chrome sepertinya tidak begitu dianjurkan untuk mereka yang menggunakan internet dengan bandwidth terbatas karena sampai saat ini tidak bisa memblok atau menonaktifkan gambar-gambar yang biasanya menyedot resource bandwidth. Akibatnya, berselancar dengan Chrome akan menghabiskan biasa yang cukup besar. Situs-situs populer di Indonesia seperti Detik.com, Kaskus.us, HitmanSystem.com, Okezone.com, ataupun manca negara seperti MSN.com dan BoingBoing.net memiliki begitu banyak materi gambar yang akan terasa merampok peselancar yang menggunakan dengan limited bandwidth.

    Bagi saya, ada dua fitur yang paling menarik dari Chrome. Yang pertama adalah Incognito Window. Ini adalah ide mungil yang cukup cerdas; saya sangat terkejut Google mengantisipasi kebutuhan ini dengan serius, sampai-sampai dimunculkan sebagai mekanik tersendiri dalam browser mereka. Fitur kedua adalah Omnibox yang membuat segala sesuatunya lebih singkat dan lancar. Jenius!

    Google telah menyewa seorang komikus untuk mengerjakan komik pendek yang bisa dibaca di sini. Saya adalah penggemar Scott McCloud lewat karyanya Understanding Comics, jadi saya memiliki harapan yang tinggi untuk hasil kerjasamanya dengan Google ini. Sayang sekali, komik Chrome tidak berhasil memuaskan harapan tersebut, karena penyampaiannya yang masih terasa kaku, prematur dan tidak serius. Anyways, pengguna Chrome, atau malah pencinta Chrome, rasanya akan tetap menikmati karya tersebut sebagai tutorial mekanik dari masa depan sebuah browser.

    Posted on September 4th, 2008 at 6:41 pm

  5. Fail Funnies Says:

    Very nice looking blog. I have tried chrome and am not that impressed. Opera is my browser of choice and don’t think I will ever change. Again, nice blog.

    Posted on September 6th, 2008 at 10:12 am

  6. uwiuw Says:

    sy benci sama google chrome karena membuat kerjaan webdesigner tambah pelik. heheheh pasti nantinya google akan punya cara/metode nampilin webpagenya sendiri…berbeda dgn keumuman firefox dan opera (kayak kasus IE…damm you IE! )

    Posted on September 7th, 2008 at 2:43 am

Leave a Reply




By submitting a comment here you grant this site a perpetual license to reproduce your words and name/web site in attribution.